sebelas

Bila ku tak disini
Tetaplah kau bernyanyi
Dan bila ku tlah pergi
Kenanglah yang terjadi

Pastikan padaku bahwa kamu
Kan baik-baik saja
Karna disetiap mimpiku
Pasti slalu ada kamu

Dengarkan dan rasakan
Lagu yang kuciptakan untukmu
Walau mungkin terdengar gak merdu
Tapi hanya untukmu

Kita pernah bersama disini
Lalui hari penuh warna warni
Meski tak seindah pelangi
Tapi kita pernah bermimpi
http://www.free-lyrics.org
Percayalah padaku
Meski digelap malam
Kamu ngga sendirian
Dan semua bintang yang kutinggalkan
Temani kau sampai akhir malam
—-
Mungkin ini hanya sementara
Mungkin juga untuk selamanya
Tapi nanti jika kukembali
Kau harus ada disini

(Kamu Ngga` Sendirian by Tipe X)

Begitu banyak yang telah kita lalui
Begitu indah yang sudah terlewati

Dimanapun aku berada
Bayangmu menghias mimpi dan hatiku

Percayalah padaku
Meski digelap malam
Kamu ngga sendirian
Dan semua bintang yang kutinggalkan
Temani kau sampai akhir malam

EK Sani

Cerita yang terlewatkan : Dies 34 UKM ITB “Art, Educare, and Gathering Event 2009 ”

Setelah sekian lama blog ini teracuhkan begitu saja, setelah sekian waktu terlewatkan tanpa terukir kata, kini kusampaikan ceritaku padamu kawan, tentang apa yang telah kulalui selama ini, selama diriku tak mampu ‘tuk menulis semuanya, menceritakan indahnya, karena tak semuanya bisa diungkap nyata.

Desember 2008

Aku sadar, aku tak bisa berbuat banyak kali ini. Keterbatasanku yang memasung diriku untuk tak bisa bergabung bersama teman-temanku di panggung nanti. Namun, akankah aku hanya duduk berdiam diri di depan kursi penonton nanti ?. Kenyataannya tidak begitu kawan, aku beruntung mendapatkan kepercayaan yang begitu luar biasa, kesempatan yang tak sembarang orang yang bisa. Aku pun mengambil kesempatan tak menduga, walau aku tahu dengan nyata, di depan sana begitu banyak aral menanti, begitu kelam langit menghitam. Dia sudah mengingatkanku, bahwa aku akan sulit membagi waktu. Namun aku bilang, aku butuh dirinya ‘tuk berbagi, aku butuh dirinya ‘tuk temani.

Januari 2009

Aku berdebat dengan para petinggi. Gila, mengadakan suatu acara besar di tahun ini, tahun 2009 ini. Di tengah ekonomi global yang tak menentu, berani-beraninya unit kampus ini menanggarkan dana luar biasa besar untuk acara yang total durasinya tak lebih dari 4 jam ? Aku masih berargumen sengit, darimana uang ‘kan datang teman, boro-boro mau memberikan donasi dan sponsor sedangkan untuk memberi makan para pegawainya saja perusahaan-perusahaan itu tidak sanggup ? Ditambah lagi dana yang dianggarkan begitu besar, sudah tentu para donatur kalang kabut melihat proposal. Tapi apa daya, aku pun berangsur mulai paham pemikiran mereka. Mungkin inilah yang jadi tanggunganku, mereka tak akan peduli bagaimana caranya. Karena pengorbananku tidaklah besar, hanya secuil jari mereka yang pulang malam.

Februari 2009

Semuanya masih baik-baik saja. Aku masih bisa mencari uang makan bersama teman-teman tim Pengisi Pundi. Paling tidak aku tidak ingin mereka sakit gara-gara kurang makan dan minum.Selalu kami cari cara untuk mengisi kas yang menipis. Beruntung aku punya mereka yang paham betul kondisi aku, mereka para Pengisi Pundi. Mereka kerap membantu, menyemangati diriku. Tapi sampai kapan teman, kita akan menafikan kenyataan ? Persediaan mulai kering, kebutuhan mulai datang bergaung nyaring. Di akhir bulan, aku mulai panik. Akankah benar bulan depan rejeki kami akan datang ?

Maret 2009

Aku ketakutan. Semua mulai berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tapi semua benar sudah aku proyeksikan sebelumnya, ini semua seperti apa yang aku estimasikan sebelumnya, kita terancam karam. Namun, tetap saja mereka tidak mau mengerti. Semua sudah berjalan hampir setengah jalan, aku tidak mungkin berbalik arah meninggalkan mereka. Kembali kulihat, sekelompok manusia pecinta budaya ini begitu harapnya, begitu kerasnya bertarung dengan angin malam disana. Lagi-lagi pengorbananku rasanya cukup ‘tak berarti dibanding mereka, para petangguh yang selalu pulang jam 3 subuh selang hari tiap minggunya. Bagi mereka yang selalu dievaluasi, meski mata dan otak mereka mulai tak berfungsi. Sedangkan aku, apa yang aku lakukan ? Hanya bisa menahan air mata, saat ditatap mata-mata yang berkata nista. Aku bolak-balik Jakarta-Bandung hanya untuk mereka. Aku tidak akan berhenti sekarang, menghilangkan harapan mereka yang akan tampil di panggung Sabuga. Rejeki kita akan datang teman, paling tidak aku yang akan menanggung ini untuk kalian.

April 2009

Waktu kami ‘tak cukup sebulan lagi. Dana minimal masih kurang 50 juta lagi ! Aku mulai mual, semua tagihan datang kepadaku. Berbagai tuntutan meluncur di hadapanku. Aku bukannya tidak berusaha teman. Rasanya muka ini sudah begitu tebal menghadap mereka, mengiba memohon pertolongan tiap harinya. Penolakan sudah mahfum aku terima, para sponsor tidak mampu memberikan dana. Malu sudah hilang dari raut wajahku. Hanya dengan modal tutur kata sopan aku berusaha meyakinkan mereka. Kepercayaan, idealitas dan realitasku bercampur aduk menikam otak. Hingga akhir aku yakin, akan ada jalan untuk kami.

Epilog : 23, 25 dan 26 April 2009

Aku puas, aku bahagia. Semua berjalan begitu bermakna. Di unit kampus ini harapan begitu nyata kurasa. Ternyata kami punya keluarga yang begitu perhatian, yang begitu peduli dengan kami. Rangkaian acara berjalan demikian adanya. Banyak yang berkata acara berlangsung sukses, bahkan ada yang berani mengklaim acara ini merupakan buah kerja pribadi mereka. Toh aku tidak peduli dengan itu. Aku belum pernah merasa sepuas ini. Air mataku menitik diatas kemeja garisku, melihat mereka memberikan hormat, menunduk elegan di depan 1200 penonton panggung Sabuga. Terimakasih teman, kalian sudah memberikan yang terbaik. Maaf aku hanya bisa tersenyum disini, menyaksikan kalian beradu aksi di panggung sana. Begitu besar inginku untuk ikut tampil, namun mungkin baru ini yang bisa aku berikan untuk kalian teman. Maaf, jikalau aku bahkan jarang melihat dan mengantar kalian pulang larut hingga azan shubuh menjelang. Namun percayalah, aku selalu yakin kalian bisa menampilkan yang terbaik, seperti yang telah kalian berikan pada 23,25,26 April 2009 ini.

Retorika

Dengan tulisan ini, aku hanya ingin menyampaikan. Sesuatu yang telah terjadi bukan terjadi begitu saja. Begitu banyak yang telah dilewati, begitu banyak yang sudah dijalani. Semua itu adalah buah hasil keringat dan air mata yang telah menetes indah sepanjang Jakarta-Bandung, dan menitik sekeliling gedung GSG tiap malamnya. Pesanku, ingatlah jejak yang telah ada, yang telah kita tanamkan bersama.

Terimakasih dariku, untuk kita bersama…

NB : special thanks untuk dirimu yang telah menemaniku melewati semua, engkau benar nyata untukku ^^


EK Sani

postbreak II

kejadian 1

mahasiswa : (mainin laptop)
dosen : kalian jangan bawa-bawa kekayaan kesini. bawa laptop tapi ga bawa otak kalian ke kelas
mahasiswa : ……..

kejadian 2

gw : pada kemana sih ?telponin gih
temen : (abis nelpon). dari tadi gw ngehubungin si X, tapi hp ny sibuk
gw : bilang dong, yang disuruh dateng tu dia, bukan hp nya,
temen : …….

EK Sani

pilih mana, permen atau saham?

ada yang bingung dengan judul diatas?

ga usah bingung. sederhananya, ditengah ledakan ekonomi global yang merambah seluruh aspek di berbagai negara ini, ada berbagai macam analogi yang sederhana yang dapat dipahami anak SD pun.

Siapa yg tidak tw klo coorporation sebesar Lehman Brothers bisa jatuh tersungkur, bankrupt? Apa ada yang dengar klo sejumlah perusahaan-perusahaan ternama di Eropa dan Jepang berlomba memecat para karyawannya dan segera melakukan proyeksi laba tahun 2009? Siapa yang ga sadar bahkan saham perusahaan si pak menteri juga ikutan kena imbas, sampai-sampai menimbulkan permasalahan internal di kabinet negeri impian?Pernah nukar $1 = 12.650 IDR ?

Begitu parahnya guncangan ekonomi kali ini, sampai-sampai Bu Sri Mulyani Indrawati musti ‘melek’ mulu melihat pergerakan (atau mungkin merangkaknya) indeks ekonomi. Panik, para exportir kelabakan. Negara pengimpor mendadak menurunkan pembelian komoditas dari luar, menyesuaikan dengan neraca. Pasar lesu, uang yang mw dibelanjakan mulai langka.

bahkan, apakah anda percaya, saham dari sebuah perusahaan kini harga nya tak jauh berbeda dengan harga secuil permen cokelat?

jadi pilih mana, permen atw saham?

EK Sani

postbreak sejenak

kemana aja gw selama ini?

pertanyaan yang ga perlu dijawab kayanya,hehehehe
untuk mengobati kerinduan para penggemar (halah2), gw kembali hadir dengan otak yang makin tak wajar

here they are…..

kejadian 1

A : disini makannya pake sumpit ya?
B : iya
A : (sumpit jatuh) Yah, pake acara jatoh lagi
Mas, minta sumpitnya lagi donk

Mas : (ngasi sumpit)
A : Yaaaah, bukan yang kanan mas, kan saya mintanya sumpit yang kiri
B & Mas : ?????

kejadian 2

gw : males nih, masa besok musti ngumpulin pe-er jam 7. gile aje gw disuruh ke kampus sepagi itu.
temen : alah, jangan banyak ngeluh lu. anak SD aja sekarang udah masuk sekolah jam 6.30
gw : ….

kejadian 3

dosen : siapa penemu bola lampu?
temen : (dengan kenceng) James Watt
yg lain : (gubraaaaaaak)

EK Sani
yang lagi bingung mw nge-post apa

sepuluh

Kasih, sudah ku akui,
semua salahku padamu
Beri aku kesempatan,
untuk buktikan cinta, setia padamu lagi


Oh maaf, maafkan diriku,
yang telah membuat, hatimu terluka
Hanya kau cintaku,
ku tak pernah pikir,
‘tuk pergi darimu,
walau hanya sekejap saja

Jangan pernah kau berpikir,
untuk tinggalkan diriku
Beri aku kesempatan,
untuk buktikan cinta, setia padamu lagi


‘Kan ku peluk dirimu,
tak kan kulepas lagi
Untuk buktikan cintaku, oh..
‘Kan ku hapus lukamu,
akhiri semua ini
Hanya untukmu, oh… oh…


Oh janjiku, janjiku padamu,
‘tuk mencintaimu,
sekali dalam hidupku
Kasihku dengarkan,
hanya engkau yang bisa,
temani hidup ini,
sampai akhir usia, kita


Kamu lebih daripada yang kuharapkan
Kamu benar-benar yang terindah,untukku…

EK Sani

Sepuluh menit menjelang tidur…

Kulihat jam dinding diatas kepalaku
Jam 1 dini hari

Berkas-berkas tes serta pr segera kurapikan,semuanya telah selesai kunilai.Mataku mengantuk, namun sekitar 6 jam lagi aku harus sudah siap memberikan responsi di depan kelas, sendiri. Sial, aku hanya bisa tidur 5 jam paling lama.

Kulihat lagi jam dinding diatas kepalaku
Sudah lima menit berlalu

Kuusir kebosanan, kunyalakan music player, sayup sampai. Kulihat sekilas playlist notebook ini, ah, lagu lama. Koneksi internet tak bisa kumanfaatkan, mw ganti ke speedy kata yang punya. Gapapa lah, toh dari tadi pagi aku sudah berkutat mual depan komputer.

Jam diatas kepalaku masi berdetak
Tentu saja, baterai nya belum habis ini

Terpikir olehku, kisah sepanjang aku hidup sebagai seorang evan. Begitu banyak yang telah aku lalui, begitu banyak pilihan yang telah kujalani. Aku tahu aku tak boleh menyesal, dan memang aku tidak menyesal akan ini semua.

Sial, aku harus segera istirahat
Rutinitas sudah menungguku, menunggu tanpa tentu

Adakah yang bisa memahamiku sejauh ini ?
Jangan pernah bilang kamu, kamu, kamu bisa paham aku

Apa yang kamu ketahui tentang aku?
Seberapa jauh kamu kenal aku?

Memang tak banyak yang tahu aku, kenal aku

Kepalaku sudah mulai berat
Berat dengan berbagai beban, himpitan, tanggungan

Haruskah aku tidur sekarang?
Sepuluh menit menjelang 01.30

EK Sani

A Year later…

Setahun lagi

Rasa ini tak akan mungkin aku rasakan
Tawa canda kan tersimpan dulu dalam
Indah jiwa slalu menunggu ‘tuk inginkan

Mereka hanya bisa aku lihat dari layar kaca
Senyumnya, suaranya

Tenang
Aku akan sebisa mungkin kembali,
kembali untuk kalian

Kembali satu tahun lagi
dengan cerita indah berikutnya
dengan gelak tawa lainnya

Salamku untuk Mereka yang telah menemani selama hidupku
Keluarga “

EK Sani

sembilan

I just wanna say I Love You
I just wanna say I Love You

I just wanna say I Love You
I just wanna say I Love You

Reff :
I just wanna say I Love You
I just wanna say I Love You

I just wanna say I Love You
I just wanna say I Love You

(I just wanna say I.L.U by Potret)

singkat aja,

** I just wanna say I Love You **

EK Sani

Batman : The Dark Knight

Pada udah nonton belum?Ini dia salahsatu film superheroes yang paling ditunggu-tunggu tahun ini. Merupakan sekuel dari Batman Begins yang ditayangkan pada tahun 2005 lalu, film ini sarat akan action-action memukau. Bagaimana tidak, pada seri ini si batman akan beradu cerdas dengan musuh bebuyutannya, The Joker. Berikut ulasan gw mengenai film ini.

Film ini masih dibintangi oleh para pemeran pada Batman Begins. Baik Christian Bale, Michael Caine, Morgan Freeman dan Heath Ledger beradu akting pada berbagai scene di film ini. Film bermula ketika The Joker membuat keributan di Gotham City dalam usaha merampok bank. Sang hero pun merasa perlu untuk membekuk penjahat ‘gila’ satu ini. Namun, ternyata Joker tidak seperti kebanyakan penjahat. Tak ada motif yang jelas bagi Joker untuk melakukan sesuatu bentuk tindak kriminal. Dan hebatnya, Joker pun mampu memainkan sisi manusiawi dari seorang Batman.

Mungkin begitu saja preview mengenai jalan cerita. Akan lebih menarik lagi klo ditonton langsung kan?Hehehehe. Sekarang gw akan memberikan beberapa pandangan gw mengenai film ini.

Sejujurnya, gw agak males klo nonton film superheroes. Kebanyakan alur ceritanya mudah ditebak. Namun berbeda dengan film ini. Memang, benang merah nya masih ada. Tetapi banyak scene-scene yang tak terduga muncul di alur cerita. Gw kagum dengan Joker, yang mampu membuat segalanya berbeda. Meski durasi film ini terbilang lama, 2.5 jam, tapi itu diimbangi dengan jalan cerita yang tak mudah ditebak.

Kemudian dari segi action, tidak diragukan lagi. Si Batman lebih frontal kali ini, lebih sering terbang di langit, malah sampai ngegantung di pesawat, hehe. Tools nya juga makin beragam dengan adanya Batpod. Jelas beda ketika kita membandingkan action yang ada di film spiderman ataupun superman dengan film ini. Menurut gw, action di film ini lebih mirip dengan action di film spy. Ini dikarenakan Batman adalah superhero yang paling rasional. Doi ga punya kekuatan gaib, cuman bisa beberapa ilmu martial arts dan dilengkapi dengan tool-tool canggih hasil penemuan rekannya, Fox. Jadi jangan harap hal yang aneh-aneh yang rada gaib bakal muncul di film ini,hehehe.

Lalu gw menyoroti surrounding film ini. Jujur, gw tu baru suka Batman abis nonton Batman Begins. Klo versi yang sebelum-sebelumnya, Gotham City dibuat begitu suram layaknya yang ada di versi komiknya. Ini membuat kesan realistis dari film berkurang. Namun, hal itu segera berubah ketika Batman Begins diluncurkan. Begitu pula pada The Dark Knight ini, Gotham City dibuat se-real mungkin, namun tetap menggelapkan sisi kriminalnya. Kemudian, banyak juga scene-scene yang diambil pada siang hari, karena sebelumnya gw pikir Batman itu cuma identik dengan malam hari.

Ada banyak adegan menarik, namun gw kagum dengan tiga adegan berikut. Pertama, adegan ketika si Batman bikin truk Joker kebalik. Slow motion nya pas, ga berlebihan. Trus cara Batman ngebalikin truk nya juga cerdas, layaknya agen 007, hehehe. Kedua, adegan pas Joker mau ngebom rumahsakit umum Gotham. Ekspresinya itu lho, bener-bener kayak orang gila. Keren dah tu bung Joker, salut. Yang terakhir, scene pas bosnya narapidana yang ada di kapal ngebuang controller bom. Duh, itu bener-bener menyentuh sisi manusiawi manusia. Ternyata masi banyak orang baik di dunia ini.

Jadi intinya, film ini wajar mendapatkan rating 9.x di sebuah forum yang gw ikutin. Dari segi cerita, action dan alur, film ini layak diberi acungan jempol. Trus, klo buat gw, The Joker lah yang membuat film ini jauh lebih “menggigit”. Karakternya pas, top deh. Bagi yang belum nonton, segera lah tonton. Karena menurut gw ga banyak film superhero yang rasional layaknya The Dark Knight, hehehe. Last, my regards to The Joker…

Why So Serious?…

EK Sani

Next Page »