Secangkir teh hangat 'tuk jiwa yang lelah,,,

mo nelpon ato SMS?

Posted in headline by evan on February 6, 2008

cellphone.gifBagi kamu-kamu yang gemar nelpon by hape, ada kabar bagus. Pemerintah akan menurunkan biaya interkoneksi atau biaya antara operator telepon seluler, terutama untuk pengguna ponsel GSM (Global System for Mobile Communications), seperti yang dilansir dari situs ini. Akibatnya, biaya telpon akan semakin murah. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh di Jakarta, Senin (4/2).

Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, penurunan tarif ini diakibatkan oleh pesatnya perkembangan teknologi komunikasi, khususnya telepon seluler teknologi GSM. Selain itu, tingginya kebutuhan masyarakat akan komunikasi juga berpengaruh terhadap penurunan tarif. Ga tanggung-tanggung, beliau mengatakan, biaya interkoneksi ponsel ke telepon rumah turun Rp 49, sedangkan antarseluler lokal turun Rp 376 atau sekitar 41 persen.

Penurunan tarif ini disambut baik oleh beberapa operator seluler. Meski pemerintah tidak mewajibkan bagi operator-opertor tersebut untuk menurunkan tarif, mereka tetap berharap akan ada follow-up untuk kebijakan ini. Seperti yang diungkapkan Direktur Marketing Indosat Guntur Siboro, pihaknya akan segera menurunkan tarif. Mengenai besarnya penurunan, pihak operator akan terlebih dulu melalakukan mekanisme pasar.

Mengkaji dampak kebijakan ini, ada beberapa aspek yang patut ditilik lebih dalam.sms-thumb.gif Berdasarkan survey yang dilakukan para ahli, ternyata penggunaan telepon selular di Indonesia masih seputar untuk komunikasi by call maupun Short Message Servise (SMS). Seperti yang sama-sama kita ketahui, tarif SMS relatif lebih murah ketimbang dengan tarif nelpon. Nah, tentu saja kebijakan pemerintah mengenai penurunan tarif telepon seluler akan berdampak besar terhadap animo masyarakat. Seperti sebelumnya yang menghadirkan teknologi CDMA yang menawarkan tarif rendah untuk menelpon, kebijakan baru ini semakin mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan fasilitas telepon pada handphone mereka.

Hal ini sebenarnya terlihat wajar. Banyak yang tak sadar bahwa selama ini tarif SMS yang yang dikirim setiap hari ternyata jauh lebih mahal dari seharusnya. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sudah mengumpulkan bukti yang menguatkan adanya kartel atau persekongkolan antarselular dalam menetapkan tarif SMS. Maksudnya, adanya kesimpulan awal bahwa komisi tersebut menemukan persekongkolan antaroperator seluler. Menurut hitungan KPPU dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, ongkos produksi SMS hanya Rp 76 per SMS. Persekongkolan antaroperator seluler diduga membuat tarif SMS mencapai empat kali lipat atau Rp 250 hingga Rp 350 per SMS. Meski sejauh ini kesimpulan awal tersebut belum dapat dibenarkan, komisi tersebut masih melaksanakan penyelidikan lebih lanjut terhadap operator-operator telepon seluler di Indonesia.

Sekarang, kendali dipegang penuh oleh masyarakat. Diperkirakan, dengan turunnya tarif telepon selular GSM, penggunaan fasilitas SMS akan menurun, meski mungkin belum terlalu signifikan. Jadi, sekarang Anda tak perlu repot lagi memakai 2 handphone untuk menelpon pacar Anda. Nah, apakah Anda akan menelpon atau masih ber-sms ria?semua tergantung pada Anda ^_^

(berita didapat dari berbagai sumber)

EK Sani