Karena Kutahu Engkau Begitu–KKEB (by Andre Hehanusa)
kuyakin dalam hatiku
kau satu yang ku perlu
kurasa hanya dirimu
yang membuatku rindu* bila saat nanti kau milikku
kuyakin cintamu
takkan terbagi, takkan berpaling
karena kutahu engkau begitu
karena kutahu engaku begituhingga ku pasti menunggu
selama apapun itu
demi cinta yang kurasakan
yang hanyalah kepadamu** percayalah kusungguh-sungguh
mengatakan semua
yakinkan hatimu kau milikku
karena kutahu engkau begitu
karena kutahu engkau begitu
kali ini gw persembahkan salahsatu tembang lawas buatan lokal. judul top lagu ini sih KKEB dan dinyanyiin Andre Hehanusa. pertama kali denger lagu ini kapan ya?perasaan udah lama banget,tapi baru keinget lagi pas wisudaan Juli tahun lalu. pas nongkrong2 di himp, eh ada temen yang nyanyiin lagu ini pake gitar. mana maen gitar nya jago banget lagi(sampe sekarang gw blum bisa mainin lagu ini pake gitar). denger2 dari temen gw, lagu ini katanya cocok banget buat nembak cewek. entah gimana sugestinya, malah ada temen gw yang udah niatan nembak pake ni lagu. alhasil mpe sekarang dia lum jadi nembak kecengannya karena blum bisa mainin gitar lagu ini(ckckckckck). trus konon,lagu ini bisa buat cewek nangis lho. entah itu karena saking terharunya ato karena suara elu nya fales banget,hehehehe. yang penting lagu ini pol banget lah buat hati yang sedang kasmaran ^-^
nonton ITB Expo ‘08
kali ini kita bakal cerita-cerita tentang ITB Expo ‘08 yang baru aja diadakan tanggal 22-23 Maret kemaren. denger-denger nih ya, acara ini bertujuan untuk menunjukkan pengabdian mahasiswa ITB dalam masyarakat, khususnya pendidikan dan teknologi. salahsatu perwujudannya ya dengan mengadakan berbagai lomba-lomba yang mengikutsertakan sekolah-sekolah menengah yang ada di Bandung dan sekitarnya.
>>>berita selengkapnya ada disini…
Ada beberapa hal menarik bagi gw selama acara ini berlangsung. Pertama, kita liat dari segi ide dan konsep acara. untuk ini, gw kasi two thumbs up buat temen-temen panitia yang udah nyusun konsepnya. bagi gw ini merupakan ide yang berani, yakni berani menampilkan ITB kepada masyarakat sekitarnya. yaa paling tidak mengobati gw lah, karena kadang gw berpikiran bahwa ternyata ITB tu cuma jago kandang. biasalah, kita terlalu banyak omong sehingga ga sempet ngeliat orang sekitar ngerti apa yang kita omongin apa kagak. dengan acara ini juga diharapkan bisa menumbuhkan kepercayaan dan kesadaran masyarakat bahwa ITB itu ada, bukan hanya sebagai perlambang saja. namun sesuatu yang nantinya bisa mereka harapkan (kok jadi gini ya?)
tapi ada yang janggal. konsep acara dah mantep ni ya. sponsor nya apa lagi, ga tanggung-tanggung cuy. ga tau pikiran gw ini bener apa kagak, kayaknya panitia kebanjiran uang deh dengan sponsor segede-gede itu. tapi ya, kok ada yang kurang. gw juga ga ngerti itu apa yang kurang, entah itu eksekusi acara yang tidak lancar atau animo sekitar yang kurang antusias. klo dari panitia, gw yakin mereka udah kerja keras kok, mana pada pulang larut semua kayaknya buat ngurusin acara ini. gw lebih cenderung menyorot sisi sekitar, yakni mahasisiwa ITB sendiri.
hei teman-temanku, tau kan ada acara ITB Expo kemaren?pada dateng ga?atau malah ada yang ga tau ITB Expo itu apa?waduh-waduh, kok keliatannya kemaren sepi-sepi aja gitu. yang ada cuma penjaga stand masing-masing jurusan. itupun kadang jumlahnya ga lebih dari 5 orang. gimana caranya para pengunjung bisa terpuaskan?itu dari kemasan pameran keprofesian. apalagi di acara yang lain. lets take a look at Lomba Essay Mahasiswa. ini acara ni ya, bener-bener sepi dah. yang ada tu cuma dewan juri ama finalis. itupun yang ada finalis-finalis yang bakal presentasi pada sesi itu aja. kebetulan gw tau soalnya gw juga ikutan lomba itu (promosi). katanya sih, presentasi ini terbuka untuk umum. gw kirain awalnya gw bakal ditonton banyak orang, termasuk mahasiswa-mahasiswa ITB sendiri (ngarep). ternyata eh ternyata, maaf ni ya, rasanya sama aja kayak presentasi-presentasi biasa. agak paradoks dengan kenyataan bahwa tulisan-tulisan teman-teman kita ini bakal dimuat di sebuah buku terbitan Gramedia. bayangkan lho, buku ini bakal dibaca masyarakat se-Indonesia (kemungkinan sih). gimana coba animo ITB sendiri. kayaknya ga peduli gitu aja dengan pandangan temen-temennya mengenai peran ITB dalam pembangunan bangsa. ini seolah-olah mewakili suara ITB lho. apa jadinya kalo kita sendiri sebagai mahasiswa ITB nggak aware dengan apa yang disuarakan temen-temen kita. sebagai informasi tambahan aja, buku Anak ITB Bicara sudah diluncurkan oleh Rektor di acara Talkshow kemaren, dan akan mulai dipasarkan minggu besok (klo ga salah).
pindah ke acara Talkshow sekarang. klo yang ini mah animonya gila-gilaan. ngantrinya udah kayak Indonesian Idol aja dah (semoga tak berlebihan). karena ga sanggup ngantri ( pasrah tepatnya), gw ga jadi nonton acara ini. kata temen-temen yang nonton, acara seru gitu. si Andy F Noya yang jadi Moderatornya pinter banget ngadu para pembicara sekaliber Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, Menristek RI Kusmayanto Kadiman, dan Prof. Dr. Ir. Wiranto Aris Munandar. yaaa, nyesel jadinya ga bisa nonton. eh eh eh, buat yang jadi panitia Talkshow kemaren, minta videonya ya ^-^
>>> berita selengkapnya ada disini…
kita lanjut ke closing ceremony nya. acara ini berlangsung kira-kira jam stengah 8 malem lah. awalnya sih, gw pengen nonton Maliq and D’essential doang. gw bela-belain nunda ngerjain tugas. ah, paling jam 9 udah selesai, pikir gw. tapi ya gitu, mungkin ada apaan gitu, keliatannya acara molor. yaudah, gw tetep bertahan dengan harapan jam 10 selesai. pas closing nya, para penonton sempet diajak nyanyiin lagu Indonesia Raya ama menyerukan salam Ganesha. bagi gw, mantep dah tu momen. udah kangen kayak begituan. tryus (apa ini?), munculah Maliq. gileeee, asik bener dah. gw yang udah lama ga nonton konser ini, langsung lonjak-lonjak. musiknya itu lho, keren pisan. belum lagi performance dari Maliq sendiri bener-bener enerjik. asik dah pokoknya. terlepas dari masalah teknis seperti sound dan feedback, gw puas nontonnya. o iya, selain Maliq ada Samsons juga yang tampil. tapi gw ga bisa komen apa-apa lah, soalnya ga terlalu suka Samsons juga. ntar dibilang ga objektif pula. dan akhirnya kepuasan gw harus dibayar mahal. acara baru selesai jam 11an, nyampe di rumah udah hampir stengah 12, dan gw blum ngerjain tugas gw sedikitpun. dan endingnya, lagi-lagi gw harus begadang….
jadi, bagaimana pendapatmu?
EK Sani
dia t’lah berdiri
Dia t’lah berdiri, coba berlari
tak pernah dia jelang hidupkan yang inginkan
Kilau hari-hari dan birunya langit
Terhapus rasa indah indah terpejam oleh lelah
Lelah terpancar dari wajahnya yang kusam. Namun itu saja tidak akan cukup untuk menutupi lugunya. Rambut merah khas anak-anak jalanan, terpanggang panas matahari persimpangan. Di bahunya yang kecil mungil, digotong 2 cobekan sambal yang terbuat dari batu. Pasti berat, pikirku. Tapi sepertinya aku hanya bisa berpikir, belum bisa merasa…
Dalam lelahnya mata nikmat dunia menjelma
Seakan dia berharap malam tanpa batas
Bunda selalu tanamkan jangan pernah menyerah
Jalani dan panjatkan kelak syukur kau ucapkan
Tak hentinya dia menawarkan bawaaannya pada deretan mobil-mobil mewah di perempatan. Kakinya yang tak beralas, mulai melepuh dibakar aspal jalanan. Sekali-kali, dia duduk terpaku, menggugu. Sekali-kali dia hanya memandangi bawaanya yang tak kunjung dibeli orang. Sekali-kali wajahnya yang lelah tampak ingin menangis meratapi hidup, hidup yang tampak begitu kejam baginya. Tapi ratapannya terhenti. Terhenti oleh deruman mesin-mesin tak berperasaan.
Tidak, ratapan itu tidak untuk hari ini, tidak sekarang. Masih ada badan yang perlu diistirahatkan. Masih ada perut yang perlu diberi makan. Masih ada mata yang ingin dipejamkan. Tak ada waktu buat mengeluh, apalagi meratap. Apa bisa ratapan itu mengisi perutku yang keroncongan, pikirnya. Apa semua tangisan itu akan membuat orang iba?Bah, bahkan manusia pun sudah mulai tak berperasaan, sama saja seperti mesin besi berjalan itu. Mereka terlalu sibuk mengejar harta mereka, selalu tak puas.
Tapi dia lelah, dia penat. Sampai kapan dia akan begitu?Mungkin, hanya syukur yang bisa dipanjatkan. Syukur akan cobaan yang begitu mulia ini. Cobaan yang menempa dirinya tu selalu menatap asa. Syukur yang selalu akan menerangi hatinya, membukakan jalan ‘tuk menuju singgasana keikhlasan.
Pada dirinya ku mohonkan
Mudahkan hidupnya hiasi dengan belaimu
Sucikan tangan-tangan yang memegang erat harta
Terangi harinya dengan lembut mentarimu
Buka genggaman yang telah menjadi hak mereka
Ya Tuhan, maafkan hamba-Mu ini yang tak hentinya mengeluh. Ucapan syukur yang t’lah lama tak terucap lisan. Kening ini yang t’lah lupa untuk bersujud syukur di hadap-Mu. Mohonku pada-Mu, sinarilah jiwanya dengan butiran-butiran rahmat dan keikhlasan. Ajari aku ‘tuk sekuat dirinya. Sekuat ia memanggul dagangannya. Sekuat ia ‘tuk tak tunduk pada kepasrahan. Sekuat ia yang terus berjalan, di tengah panasnya aspal jalanan…
EK Sani
ckckckck
kemaren pagi, gw kan baca koran. di salahsatu kolom (gw lupa apa judul kolomnya), ada sesuatu yang menarik. katanya ya, baru2 ini ada suatu penelitian mengenai psikologi manusia. trus gw baca , ternyata eh ternyata aneh2 saja yang dibahas. berikut hasil penelitian yang dilakukan beserta komen gw tentangnya:
1. pria atau wanita yang bertubuh relatif pendek memiliki rasa iri hati yang lebih tinggi dibandingkan pria atau wanita yang memiliki tinggi rata-rata atau diatas rata-rata.
>>ya iyalah, sejak jaman beheula gw kayaknya udah tau deh. gimana kagak, orang yang bertubuh pendek ya pasti sering iri ama orang yang lebih tinggi dari dia. yang ada dipikirannya “ah,kenapa gw ga setinggi dia ya” ato “kenapa, gw kok sependek ini” malah “bangsat, kok dia lebih tinggi daripada gw”. tentu ada rasa tidak puas pada diri mereka. ditambah lagi lingkungan mereka yang sering menyudutkan posisi ‘orang-orang seperti ini’. itu sama aja dengan, pria atau wanita yang memiliki tinggi badan di bawah rata-rata memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk memiliki rasa percaya diri yang rendah, atau rasa tidak puas terhadap diri sendiri. ada yang ingin coba membuktikan?
2. pria atau wanita yang memiliki tinggi badan diatas rata-rata cenderung tidak memiliki rasa iri tersebut.
>>beuuh, ini sama aja. ya secara mereka lebih tinggi pada orang-orang lainnya, ke siapa lagi mereka bakal iri?masa mereka mikir kayak gini “kenapa gw ga sependek dia ya?” riddiculous…
3. wanita dengan tinggi badan diatas rata-rata cenderung lebih populer di kalangan para pria.
>>nah, yang ini gw tanyain ke cowok-cowok deh. apa bener ya?klo menurut gw sih, ada benernya juga. mereka emang cenderung lebih menarik perhatian. gimana kagak, wong pas jalan di keramaian pasti yang keliatan mukanya cuma si cewek tinggi itu.hwehehehe…
4. namun pria lebih cenderung menyukai wanita dengan tinggi sedang karena dinilai lebih perhatian dan memiliki ‘kesuburan’ yang baik.
>>wah wah wah. ga tau juga ya. klo yang ini mah masalah selera. tergantung demen nya yang mana. toh klo masalah ‘rasa’ tak ada yang bisa memaksa kan?^_^
begitulah komen dari gw. kadang ntah papa aja yang jadi objek penelitian. tapi tak jarang juga dari yang ntah papa itu timbul sesuatu yang baru bagi kita. yang penting kita mampu mengambil sesuatu dari setiap pembelajaran…
lima
Sekarang t’lah kuungkap semua
kuharap dirimu mengerti
karena hanya itu pengharapanku untukmu…
karena rasa ini butuh penyampaian
karena rasa ini butuh untuk diakui
karena rasa ini meminta kejujuran
EK Sani