Secangkir teh hangat 'tuk jiwa yang lelah,,,

teori relativitas

Posted in schooling by evan on March 3, 2008

Huhuhuhuhuhuh, akhirnya penderitaan ini berakhir juga. Setelah dibantai dengan 5 kuis dan 4 tugas bangsat minggu lalu ditambah satu kuis lagi tadi pagi, otak ini sudah begitu karatan untuk berpikir, dan mental udah capek dengan kejutan- kejutan yang luar biasa mengejutkan (apa coba?). Kalo pengen tau jelasnya penderitaan kami seperti apa, liat aja blog satu ini. Itu sudah cukup mewakili kok (meski deno tidak sempat merasakan betapa manisnya kuis Fisika Material tersayang ^-^)

Well, sehubungan jadwal yang sudah tidak manusiawi lagi, aku udah kehilangan kesempatan buat nge-update blog ini minggu kemaren. Jadi harap maklum ya (“,). Sebagai gantinya, dengan bangga kupersembahkan postingan yang tak kalah memusingkan berikut (?)

Kemaren kita udah kuliah Metode Numerik kan?Nah sekarang waktunya buat Fisika Modern. Jadi ceritanya, aku pagi itu dengan antusias mendengarkan penjelasan dosen (meski kuakui dengan jujur, aku sempet keluar kelas kurang lebih 20 menitan buat sarapan ^-^). Kalo aku ngga salah denger, kita saat itu lagi ngebahas teori relativitas. Ada yang tau bunyinya apa?

headshot-einstein.png1. Semua hukum fisika adalah sama pada seluruh kerangka acuan inertial

2. Kecepatan cahaya dalam ‘free space’ memiliki nilai yang sama untuk seluruh kerangka acuan pengamat inertial

(Postulat Relativitas Khusus by Einstein)

Yaaa, kita ga bakal ngebahas panjang lebar tentang hukum diatas, tapi yang akan kita bahas adalah apa saja yang mungkin dilakukan dengan hukum ini. Berikut akan aku jabarkan mengenai pikiranku dalam menanggapi hukum relativitas

a. Time atau yang artinya waktu merupakan salahsatu kerangka acuan baru dalam perkembangan ilmu fisika. Sebelumnya kita hanya mengenal dimensi ruang, seperti yang terwujud dalam koordinat Cartesian yang biasa kita pakai. Namun saat ini, semuanya jadi serba relatif karena ada satu acuan lagi, yakni waktu. Sejujurnya aku pengen mengajukan suatu ide baru. Aku mengemukakan bahwa waktu adalah laju momen, bukan tenggang saat yang kita kira selama ini. Agak membingungkan ya? Mungkin kamu udah pernah dengar quote dibawah ini

Put your hand on a hot stove for a minute, and it seem like an hour. Sit with a pretty girl for an hour, and it seems like a minute, THAT’S relativity —A.Einstein.

Nah, menurutku ya, satuan minute dan hour diatas itu merupakan satuan momen atau yang kita kenal sekarang sebagai waktu. Sedangkan penyebab relativitas berjalannya momen itulah yang disebut laju waktu. Jadi, kecepatan laju waktu itu berbeda- beda, tergantung beberapa variabel yang ada. Lebih jelasnya, satu jam bagiku belum tentu sama lamanya dengan satu jam bagimu, karena laju waktu kita memiliki kecepatan yang berbeda. Bahasa matematisnya, laju waktu adalah turunan pertama dari momen. Tapi jujur saja, ide ini belum bisa kubuktikan secara eksak. Yaa,kalo misalkan nantinya teori ini terbukti secara matematis, terpaksa teori relativitas EINSTEIN bakal diganti ama teori relativitas EVAN ^-^

b. Kecepatan yang dianggap sebagai acuan saat ini adalah kecepatan cahaya, atau yang disimbolkan dengan ‘c’. Nah, pertanyaannya, mungkinkah kita melampaui kecepatan cahaya?Masalahnya, galaksi diluar Milky Way saja sudah berjuta-juta tahun cahaya jaraknya, bagaimana kita bisa mewujudkan perjalanan berkeliling antar galaksi?Tapi, kalo kita suatu saat mampu melebihi kecepatan cahaya, akan muncul suatu keanehan. Menurut teori, jika kita sedang berada pada kecepatan cahaya, lalu menghidupkan senter, cahaya senter itu akan berada dibelakang kita, karena kita sedang bergerak melebihi kecepatan cahaya sendiri.Pertanyaannya, dengan pengandaian ini mampukah kita menciptakan suatu teknologi teleportasi, atau berpindah tempat dalam sekejap mata? Pertanyaan lainnya, dengan analogi ini, bisakah kita melakukan hal yang serupa dengan waktu?Lebih jelasnya, kita bergerak dalam kecepatan yang melebihi kecepatan waktu itu sendiri, yang artinya perjalanan antar waktu terwujud. Apakah ini mungkin?

c. Pernah mendengar bahwa ada suatu dunia lain yang memiliki rentang waktu berbeda dengan bumi?Ketika kita sudah menjalani satu tahun disana, ketika kita kembali ke bumi ternyata hanya baru berjalan satu minggu?Aku yakin hal ini sudah banyak didongengkan, bahkan sudah difilmkan. Apakah hal ini bisa terjadi?Aku jawab bisa. Berdasarkan teori relativitas, ketika suatu benda bergerak dengan kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya, maka waktu akan berjalan lebih lambat relatif daripada waktu di bumi. Jadi, mungkin saja di suatu galaksi nun jauh disana, planet mereka bergerak jauh melebihi kecepatan cahaya, sehingga satu tahun disana sama dengan satu minggu di bumi.

Diatas baru sebagian kemungkinan-kemungkinan yang bisa dipelajari dari teori relativitas. Terbukti, bahwa manusia belum tahu apa-apa. Tak ada yang bisa kita sombongkan, kita banggakan. Kita masi perlu banyak untuk mencari tahu, bukan untuk menjadi sok tahu. Setelah kuliah ini, aku langsung berpikir, bukannya tak mungkin suatu saat nanti, aku memiliki sebuah villa di jagat raya sana, entah di galaksi mana ^-^

If A equals succes,then the formula is A=X+Y+Z. X is work, Y is play, and Z is keep your mouth shut—A.Einstein.

NB: Kalo ada yang tertarik dengan simulasi-simulasi ilmu Fisika Modern, termasuk teori relativitas diatas, bisa mengunjungi website ini ato ini.

EK SaniĀ 

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. reiSHA said, on March 3, 2008 at 11:38 am

    Ckckck… Dah pusing kaya gitu masih sempat2nya bikin postingan yang bikin pusing, pantes pusingnya ga ilang2, n yang ada malah tambah pusing… (Naon?)

    Pernah baca novel Area X? Yang nulis orang Indonesia kok. Kalo belum baca, ku sarankan baca, biar makin berkembang Fisika mu itu… Fisika banget ko ha isinyo, ada kaitan sama relativitas pula, cuma ya karena aku berada di dunia Informatika, aku ga terlalu mikirin…

    Oya, teori relativitas EVAN? Kayanya kurang cocok… Cari nama teori yang lain aja… Relativitas kayanya dah terlalu identik sama Einstein, hehe…


Leave a Reply