dilematis
pernah ga klo kamu ngerasa salah ketika berkata jujur?
atau pernahkah kamu merasa menyesal ketika kamu melakukan suatu kebaikan?
hmmmm,setelah sekian lama diri ini tak menulis, dan setelah sekian lama diri ini dalam perenungan, akhirnya publish juga postingan ini (bukan basa-basi ^-^)
yak, pertanyaan diatas bukanlah sekedar preambule belaka. jadi begini ceritanya, tadi tu kan kita bakal kuliah , ternyata pas masuk ruangan yang dateng baru dikit. mulai dah si dosen uring-uringan. mulai lah si bapak mengeluarkan petatah-petitih tak jelas. gw nya cuma nguap-nguap di belakang sembari ngerjain laporan. nah di saat yang tidak tepat ini, datenglah seorang mahasiswa tingkat atas ke dalam kelas
dosen: lho, dari mana kamu?
mahasiswa: maaf pak saya telat
dosen: jam berapa ini,tau ga klo kamu udah terlambat?
mahasiswa: iya pak, saya tau
dosen: kenapa kamu terlambat?
mahasiswa: tadi saya nolongin orang yang kecelakaan pak
dosen: kamu yang kecelakaan?
mahasiswa: bukan pak, tapi saya nolongin orang yang kecelakaan pak
dosen: wah saya ga mau tau itu, yang penting kamu telat kan
mahasiswa: kan ga mungkin saya ninggalin orang itu kan pak
dosen: tetep aja saya ga mau tau,yang penting kamu tu udah telat. klo mau masuk kamu nyanyi dulu sana di depan labtek keras-keras.
mahasiswa: (menunduk,berjalan ke luar,menutup pintu dengan keras)
gw langsung berhenti ngerjain laporan, terhenyak ngeliatnya. si dosen lantas berkata kurang lebih seperti ini,
alasan sekarang sudah terlalu dibuat-buat, sampai-sampai saya tidak tahu mana yang benar mana yang salah. tapi bagaimana pun,saya juga harus tetap konsisten dengan apa yang saya katakan.
yang ada di pikiran gw saat itu adalah, “yakin ga klo mahasiswa tadi beneran bo’ong?”. yaa,klo emang bo’ong sih ga papa, mudah2an dia nya jera. tapi klo ternyata dia emang bener dan jujur?
gw lebih prefer ngebahas klo si mahasiswa tadi emang beneran jujur. bayangin aja, mahasiswa itu dah dengan senang hati riang gembira (berlebihan ding) bakal berangkat ke kampus buat kuliah. pas di jalan, eh ada yang kecelakaan. lalu lagi2 dengan senang hati riang gembira (malah diulang ^-^), mahasiswa tersebut ngebantuin orang kecelakaan itu. alhasil, si mahasiswa telat kuliah. pas masuk kelas, si mahasiswa ngomong apa adanya tentang yang dialami pas di jalan tadi. berharap sang dosen mengerti, yang ada dia nya malah dipermalukan di depan kelas sembari disuruh nyanyi2 ga jelas di depan labtek.
apa yang mahasiswa itu rasakan?
inilah yang membuat segalanya di dunia ini menjadi serba tak jelas. ketika dirimu berkata jujur, sebuah pistol tertahan di dahimu. ketika dirimu menawarkan suatu kebaikan, orang lain mengumpat terhadapmu.
terkadang berkata jujur itu menyakitkan, karena dunia ini sudah begitu begitu blur tentang mana yang benar dan mana yang salah. dan terkadang, tidak semua kebaikanmu akan membuat orang terkesima, karena tak akan semua orang yang percaya tentang itu.
namun pentingkah itu semua?tidak, gw jawab tidak. tidak penting orang menafikan kejujuranmu. tak penting orang naif terhadap kebaikan dirimu. yang penting hanyalah, apa yang telah kamu lakukan dan apa yang kamu lakukan. terserah apa yang mereka ingin katakan dan ingin perbuat. klo ga salah gw pernah mendengar suatu syair yang indah, klo ga salah kayak gini,
ketika dirimu telah berkata dan berbuat sesuatu kebenaran dan kebaikan, niscaya hatimu kan mekar dan bersemi indah. sudah selayaknya lah kamu berbahagia atas itu, meski tak ada satu orang pun yang tau
klo gw ada di posisi mahasiswa yang beruntung itu, gw bakal dengan senang hati keluar dari kelas. karena paling tidak,gw diusir dari kelas bukan karena sesuatu yang buruk, dan gw ga akan pernah menyesal tentang itu ^-^
5 comments